Asean sebagai bagian dari bagian
dunia telah memasuki babak baru. Tak
mau ketinggalan dalam era globalisasi, ASEAN harus mengejar ketertinggalan
dalam kerja –sama agar tak terlindas oleh negara-negara besar di Asia seperti
Cina dan India.
Pembentukan
Komunitas ASEAN harus dipercepat.
Rencana semula digulirkan pada tahun 2020 , dirubah menjadi tahun 2015. Hal ini telah disepakati oleh para Kepala
Negara ASEAN pada KTT ke 12 ASEAN Komunitas ASEAN 2015. Dalam
kesepakatan itu terdiri atas tiga pilar yaitu: Komunitas Keamanan
ASEAN, Komunitas Ekonomi ASEAN dan Komunitas Sosial Budaya Asean.
Titik
berat Komunitas Sosial Budaya ASEAN
adalah untuk meningkatkan kerja sama yang sangat kuat dalam bidang BUDAYA sehingga tercipta “a
caring and shring commpunity” dalam masyarakat
ASEAN. Kerja sama ini tercakup
dalam bidang pemuda, wanita,
kepegawaian, penerangan, kebudayaan dan pendidikan, ilmu pengetahuan dan
teknologi, lingkungan hidup, pembangunan sosial, pengentasan kemiskinan serta
Yasasan ASEAN.
Kerja
sama dalam bidang Budaya ASEAN, membuat
pemerintah Indonesia sebagai salah satu negara peserta mengajak
para ASEAN Blogger menggali kekayaan warisan budaya dari masing-masing.
negara peserta. Peserta ASEAN Blogger
telah dibawa pengenalan yang mendalam mengenai budaya lokal Solo ketika diadakan ASEAN Blogger di
Solo pada tanggal 10-12 Mei 2013.
Usaha
pengenalan warisan budaya Jawa, utamanya sekitar Solo dimulai dari tempat
bersejarah Mangkunegaraan, Candi Sangiran dan Candi Sukuh. Tujuan utama pengenalan ini bukan hanya
sekedar mengenal budaya lokal di
permukaan saja. Jika hal ini terjadi,
maka pengenalan itu akan menjadi suatu mubazir atau sekedar laporan yang tak
ada artinya. Namun, pengenalan itu
perlu dijiwai dengan rasa
penghormatan, usaha untuk
pelestariannya. Penghormatan
budaya adalah dengan adanya mencintai apa yang diwariskan oleh budaya itu
sendiri. Bagi generasi yang tak
melahirkan budaya mungkin tak mudah mencintainya. Mereka tak mengetahui latar belakang terjadinya
budaya lokal. Istana Mangkunegaraan
berasal dari kata Mangkunegaraan. Merupakan dinasti yang berkuasa pada zaman
Mataram. Cikal bakal dari Pangeran Adipati
Arya Mangkunegara. Istana ini simbol dari pemerintahan dan
politik dan hasil perjuangan dalam
kemiliteran dalam menghadapi pasukan Belanda,
Pakubuwana III dan Pangeran Mangkubumi.
Bentuk dari arsitektur Istana Mangkunegaraaan juga menjadi simbolik dari khas bangunan dengan elemen dari
Eropa dan serambi dari Jawa. Perpaduan
yang sangat unik. Elemen Eropa secara
visual dan fungsional diperpadukan dengan tata ruang dan aktivitas dari raja
yang sangat penuh dengan kejawaan.
Mengenal
budaya lokal seperti Jawa bukan hanya dari bangunan, istana, atau candi, tetapi terdapat dalam bentuk yang lain seperti tarian, lagu, nyanyian benda-benda : keris, kendil. Penciptaan budaya lokal itu sangat sarat
dengan filosofi, falsafah, cara pandang dan kepercayaan dari masyarakat setempat. Dari satu benda kita bisa mengenal bagaimana
masyarakat memandang benda itu sebagai benda pusaka yang harus dipelihara,
dilestarikan dan tetap menjadi warisan sampai kapan pun.
Diharapkan
bahwa pengenalan ini akan melahirkan suatu ketertarikan akan seni budaya. Setelah timbul ketertarikan tentu diharapkan mereka yang tertarik akan
memperdalam wawasan , mencari pengetahuan dan lebih lagi, menghargai serta melestarikan. Terus terang banyak generasi muda dari kaum ASEAN yang gemar mengenal budaya dalam perspektif yang lebih
modern. Mereka tak menyukai hal yang
berbau kuno, benda-benda mati ,
sejarah yang lapuk tak sesuai dengan
peradaban zaman. Bagi generasi akan
datang, ini merupakan hal yang tabu diketahui dan mereka hampir tak mengerti
apa manfaatnya mempelajari budaya .
Menuju
Komunitas ASEAN 2015, kendala semacam
ini telah diketahui oleh para pemangku pemerintahan. Oleh karena
itu kerja sama yang diharapkan bisa efektif jika
para generasi muda terutama para blogger memperkenalkan kekayaan seni budaya sebagai warisan budaya yang harus dihargai
dan dilestarikan oleh masyarakat ASEAN
sendiri. Penghargaan dan pelestarian
dimulai dari masing-masing negara dan kemudian diadakan kerja-sama untuk saling
membantu dalam penghargaan dan pelestariannya.
Penghargaan
dan pelestarian dari masyarakat ASEAN dalam
warisan budaya sangat penting karena jika tidak masing-masing negara sering
mengklaim kebudayaan negara satu menjadi
kebudayaan miliknya. Penghargaan akan
nilai seni budaya suatu bangsa juga sangat penting. Penting karena hal itu merupakan identitas dari bangsa itu
sendiri. Jangan sampai terjadi identitas
itu hilang karena budaya bangsa itu hilang atau punah karena tidak adanya
kelestarian dari bangsa itu sendiri.
Selain itu
jika terjadi kerusakan cagar alam budaya suatu negara dan negara itu tak mampu
mengadakan pemeliharaan maka negara yang terkait dalam ASEAN yang mampu dapat
memberikan bantuan dana atau pengetahuan dalam konservasi budaya.
Menuju
KOMUNITAS ASEAN 2015 bukanlah hal yang mustahil jika semua rakyat dan
pemerintah ASEAN dapat mempersiapkan diri , berkontribusi , mengimplementasikan
dan mensukseskannya.
Inilah
spirit , jiwa dan gagasan yang harus terus dikobarkan supaya gagasan Menuju KOMUNITAS ASEAN 2015 dalam BUDAYA bukanlah suatu slogan saja.
Terlebih telah ada persiapan yang matang dalam pre- launch dengan adanya ASEAN BLOGGER FESTIVAL
2013 pada tanggal 10-12 Mei 2013 di Solo disponsori oleh salah satu sponsor oleh
PT. Telkom Indonesia.
Asean Blogger , www.aseanblogger.com
Kekayaan Budaya Indonesia

artikelnya menarik sekali,.. ditunggu kunjungan baliknya di blog saya "Rangkuman Liputan ABFI Di Solo 9-12 Mei 2013" lengkap gan + gambar dan video :D
BalasHapusterimakasih,..